Arti Saudara

Arti Saudara, dalam kisah ini menggambarkan bagaimana kasih sayang kita terhadap saudara. bisa juga diimplementasikan kepada teman. Ketika kita seneng dicintai maka harusnya kita menyintai. Ketika kita senang untuk dikasih harusnya kita senang berbagi kasih pula.
Sebuah cerita dalam sebuah keluarga, disitu terdapat seorang kakak beradik tinggal satu rumah. Sang kakak sudah mempunyai istri sedangkan adiknya belum. Keduanya tinggal dalam keluarga yang sudah ditinggalan ayah bundanya.
Kakak beradik tersebut bekerja bersama menggarap ladang tinggalan orang tuanya. Saat panen tiba, mereka bersama sama untuk memanen hasil ladangnya kemudian membaginya. Dengan kesepakatan dibagi rata 50%. Keduanya asepakat karena hasil ini juga hasil dari kerja keduanya.Keduanya mempunyai lumbung yang terpisah. Hasil dari masing masing di masukkan ke lumbungnya masing masing.
Setiap malam adiknya berpikir mengenai pembagian hasil. Adiknya merasa tidak adil kalo pembagiannya sama. dia berpikir, “tidak adil kalau pembagiannya sama, saya kan masih sendiri sedangkan kakak sudah ada keluarga yang ditanggungnya yaitu istri. kakak juga yang mengurusiku sewaktu saya kecil, kak juga yang memberikan fasilitas tempat tinggal ku sekarang yang aku tempati”.
Kemudian sang adik malam malam mengambil satu karung hasil panennya kemudian di bawa ke lumbung kakaknya, tanpa sepengetahuan kakaknya. ini arti saudara yang kita miliki barang kali ya…
Demikian pula, sang kakak terusik dengan pembagian yang sudah disepakati. sang kakak berpikir ” Tidak adil kalo pembagiannya seperti ini, adikku harusnya mendapat bagian yang lebih dari saya, dia masih sendiri, kalo dia sakit ndak ada yang merawat seperti saya, lagi pula dia masih mempunyai tanggungan yang besar, siap siap untuk mencari istri dan lain sebagainya” seharusnya adikku lah yang harusnya lebih banyak dari akau, kata sang kakak. Setiap malam pula sang kakak membawakan satu karung untuk dimasukan ke lumbung adiknya.
Kedua kakak beradik merasa heran, setiap malam di keluarkan namun jumlah karung malah tidak berkurang, ini berjalan dalam waktu yang lama.
Pada suatu ketika, saat keduanya berusaha memindahkan karung, mereka bertemu, saling berhadapan. Keduanya menangis, keduanya baru sadar bahwa diantara mereka saling memikirkan satu diantara lainnya. Mereka memahami sesungguhnya arti saudara. Bukan memikirkan dirinya sendiri, malah memikirkan saudaranya.

Arti Saudara

Sudahkah kita memikirkan saudara kita…… atau malah asebaliknya, dengan saudara kita, kita egois, ingin menang sendiri, ingin menguasai sendiri, ingin mengambil keuntungan sendiri, bahkan tega untuk menjatuhkan, merebut dan mengina saudara kita sendiri demi kepentingan diri sendiri. Apakah arti saudara disini….
semoga kita mengerti

arti saudara

ini. Mari berkarya…. berbagi …. dan rasakan…