Koin 99

Koin 99 sebuah cerita inspirasi perlu untuk dicermati, supaya bisa menngambil hikmahnya. Cerita ini berawal dari sebuah keluarga kerajaan, yang Sang Raja selalu merenung, gelisah setiap harinya.
Alkisah, ceritakan pada suatu hari di sebuah kerajaan yang kaya raya, bergelimang harta benda dan segalanya, seakan tidak kurang suatu apapun. namun Sang Raja selalu menampakkan wajah yang murung, gelisah seakan tidak tenang dalam hidupnya. pada suatu ketika saat sang raja jalan jalan di sekitar istana, melihat seorang pelayan kerajaan selalu gembira, sambil bersiul siul menjalankan tugasnya yang diberikan oleh atasannya. Tanpa ada sedikit kegelisahan dalam hidupnya. seakan dia tenang damai dalam keluarganya.
keesokan harinya sang raja melihat suasana yang sama dengan hari hari yang lalu. karena merasa perasaan maka sang raja bertanya “hai pelayanku, kenapa engkau begitu gembira setiap hari,s eakan tidak ada beban di hari harimu?”
pelayan menjawab ” Maaf paduka, bagaimana tidak gembira, saya bekerja sewajarnya, secukupnya, saat pulang anak dan istri telah menunggu saya, dengan wajah senyum selalu menunggu kehadiranku. Mereka menerima apa yang saya bawa, dan tidak pernah menanyakan bahkan mempersoalkan berapa yang aku bawa. Mereka menikmati dan selalu bersyukur atas rejeki yang saya berikan kepadanya. Mereka menghormati saya dan menempatkan posisinya masing masing. Gelak tawa selalu mereka sampaikan ketika kita bersama”
Tertegun sang Raja mendengar jawaban pelayan tersebut. Seperti biasa sang pelayan menerima upah dari sang raja yang di taruh di atas meja setiap harinya, tidak menenti ketika sang raja memberikan upah kepadanya. namun sang pelayan tidak pernah protes.
Kemudian sang raja memanggil penasehat kerajaan, menayakan hal tentang pelayan. mengapa pelayan selalu gembira. Sang raja kepingin bisa gembira setiap saat seperti sang pelayan tadi.
Sang Penasehat Kerajaan kemudian menjawab “baik baginda, mengapa pelayan itu bisa gembira, karena dia belum pernah menerima koin 99”
“Apa maksud koin 99 itu?” tanya sang Raja.
kemudian sang penasehat kerajaan memberi penjelasan
“Begini sang baginda, mohon hamba siapkan 99 koin emas, kemudian diberikan kepada pelayan dengan cara di taruh diatas meja, seperti biasa sang pelayan menerima upah seperti bisasanya, kemudian kita lihat reaksi pelayan tadi”.
keesokan harinya pelayan kerajaan menjumpai adanya kepingan koin emas sebagai hadiah atau upah bulan ini. Luar biasa senangnya saat melihat upah yang begitu besar untuknya. satu persatu di hitungnya koin itu. dari 1 hingga 99,,,. kemudian dihitunglah kembali ternyata 99 koin, dan karena tidak percayanya lagi dihitung kembali kepingan itu. dan Hasilnya tetap 99.
Pelayan mencoba mencari di sekeliling tempayt itu, barangkali ada yang jatuh. biasaya satu bendel itu berisi 100, ini kok masih 99. belum ditemukan juga.
hari berganti, pelayan mencari kepingan yang kurang di hari berikutnya. Wajahnya mulai murung memikirkan 1 keping yang belum di temukannya. demikian seterusnya, ternyata ada perubahan yang mendadak dari sang pelayan, yang dulunya gembira ria namun sekarang sering murung dalam bekerjanya. tidak fakus dalam menjalankan pekerjannya.
Sang pelayang sudah terkena koin 99.
yach…. artinya sang pelayan sudah terkena koin 99……
Seharusnya dia bersyukur atas apa yang ia terima, namun dia murung memikirkan 1 koin yang melum didapkannya, padahal koin yang dia dapat jauh lebih banyak…
terkadang kita murung, gelisah, dan hidup tidak tenang, hanya memikirkan satu hal yang belum kita dapati, tau mungkin satu hal yang belum kita dapati, namun senugguhnya kalau mau jujur dan bersyukur sudah banyak hal yang sudah diberikan kepada kita, namun kita kurang pandai bersyukur.
Semoga kita dimudahkan untuk bersyukur…..

Rabbi auzi’nii an asykura ni’matakal latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii bi rahmatika fii ‘ibaadikash shaalihiin

“Wahai Tuhanku, jadikanlah aku orang yang pandai mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada ibu-bapakku; dan jadikanlah aku orang yang beramal shalih yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang shalih”

QS. An-Naml (27) : 19

Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika’”

Artinya: ” Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu, serta agar bisa beribadah dengan baik kepada-Mu”

semoga gembira kawan…….