Apakah Kita Serakah

Apakah kita serakah, ini pertanyaan untuk kita sendiri. ada sebuah kisah yang semoga bisa menginspirasi untuk kita semua. berawal dari seorang yang lugas, sedang memancing untuk mencari ikan dilautan yang luas. bersama dengan rekannya berusaha untuk mencari ikan. Lama menanti dengan sabar sampai ikan tersangkut di kailnya.
Tak lama kemudian sang pemancing lugas ini mendapati sebuah ikan berukuran sedang, tidak kecil dan tidak terlalu besar. kemudian sang pemancing tadi melepaskan ikan untuk kembali ke laut. Dengan memasang unpan lagi sang pemanacing ini menunggu ikan yang datang kembali. Dapatlah lagi sebuah ikan yang lebih besar dari yang didapat pertama kali tadi. Kemudian sang pemancing ini melepaskan ikan itu kembali.
Kemudian temannya yang satunya dengan penasaran bertanya pada sang pemancing tadi. “mengapa ikan ikan itu dipelas kembali?”
sang pemancing dengan nada tegas menjawabnya: yach… saya lepaskan karena penggorengan yang ada di rumah saya kecil, ndak cukup untuk ikan tadi. saya menginginkan yang sesuai dengan kebutuhan saya.

pesan yang bisa diambil:
“cukup dengan rejeki sesuai kebutuhan kita”
“tidak serakah dengan apa yang diberikan lebih, apalagi menginginkan rejeki lebih dengan menghalalkan segala cara….”