Mengambil resiko, dari kisah tikus.

Mengambil resiko, dari kisah tikus.

dikisahkan ketika gerombolan tikus sudah mulai terusik oleh musuh bebuyutannya, yaitu seekor kucing, maka tikus-tikus berkumpul untuk berdiskusi dan memutuskan untuk membuat rencana yang akan membebaskan mereka selama-lamanya dari musuh mereka. Dari pembicaraan mereka berharap paling tidak mereka akan menemukan cara agar tahu kapan kucing tersebut akan datang, sehingga mereka mempunyai waktu untuk lari. Banyak rencana yang telah didiskusikan, tetapi tak ada satupun dari rencana tersebut yang mereka sepakati. Sampai sampai semua terdiam kehabisan ide.

Mengambil resiko, dari kisah tikus.
Ada seekor tikus yang dari tadi memperhatikan alur dai diskusi ini, dan kemudian memberikan ide yang sangat cemerlang.
“Saya mempunyai rencana yang jitu, dan ini menjamin bahwa rencana ini akan berhasil. Yang perlu kita lakukan hanyalah menggantungkan sebuah lonceng pada leher kucing itu. Ketika kita mendengar lonceng berbunyi, kita bisa langsung tahu bahwa musuh kita telah datang.”
Semua tikus yang mendengar rencana tersebut terkejut karena mereka tidak pernah memikirkan rencana tersebut sebelumnya. Mereka kemudian bergembira karena merasa rencana itu sangat bagus. Tetapi di tengah-tengah kegembiraan mereka, seekor tikus yang lebih tua maju ke depan dan berkata:
“Rencana itu memang bagus, ya … sangat bagus sekali, namun ada satu hal yang perlu saya tanyakan : Siapa yang akan mengalungkan lonceng pada kucing tersebut?”
Semua terdiam dan tidak ada yang mau untuk beranjak melaksanakan rencana itu…
Al hasil : banyak sekali rencana rencana yang bagus bagus yang terlontar ketika berdiskusi. Semua mengemukakan rencana yang sangat hebat, namun ketika ditanya siapa yang akan mengeksekusinya dengan segala resiko, semua pada terdiam.
Akankan kita jago dalam diskusi, jago dalam ide namun tidak mau amnil resiko untuk melaksanakannya. Banyak diantara kita hanya sebagai konseptor, namun yang istiqomah untuk menjalankannya sangatlah sedikit. Inilah peran kita. Apa peran kita….
“Kadang kala, berbicara dan melakukan sesuatu adalah hal yang berbeda”
Semoga bukan hanya penonton, tetapi pemain…