Memaksimalkan diri bisa bermanfaat

Memaksimalkan diri bisa bermanfaat,
kita lihat tauladan kita yang utama,
Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat. “Wahai Rasulullah, bagaimana kriteria orang yang baik itu? Rasulullah menjawab:
“Sebaik-baiknya manusia ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain”.

Jika ia kaya raya, hartanya tidak dipakai sendiri, tapi dapat dinikmati pula oleh tetangga, sanak famili dan juga didermakan untuk kepentingan masyarakat dan agama. Inilah ciri-ciri orang yang baik.
Jika berilmu, ilmunya diajarkan kepada orang lain yang membutuhkan, dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak.
Jika berpangkat, jabatannya dijadikannya sebagai tempat bernaung orang-orang disekitarnya, sebagai modal untuk membuat kewenangan yang dan
jika tanda tangannya berharga maka digunakan untuk kepentingan masyarakat dan agama, tidak hanya mementingkan diri dan golongannya sendiri.

Oleh karena itu dalam menjalankan kehidupan, niatkan untuk ibadah dengan suatu keyakinan bahwa pekerjaan dan tempat kerja kita, kita yakini sebagai tempat mengabdi kepada Nusa, Bangsa dan Negara, dan sebagai upaya menghambakan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian maka setiap hendak berangkat ke tempat bekerja berniatlah beribadah, Insya Allah seluruh pekerjaan kita akan bernilai ibadah, dan mendapatkan pahala.

Alangkah ruginya orang yang hidup ini niatnya hanya mencari “rumput” walau hal itu penting, tetapi kalau niatnya hanya itu saja, orang tersebut termasuk orang yang rugi, karena ia tidak akan mendapatkan nilai ibadah dari pekerjaannya.

Yang namanya ibadah bukan hanya shalat, zakat, puasa atau membaca Al-Qur’an saja, tetapi bekerja, mengabdi kepada masyarakat, Negara dan Bangsa dengan niat Lillahi Ta’ala ataupun ibadah. Hal ini penting untuk diketahui, karena ada yang berfilsafat: Kalau ada duitnya baru mau kerja, kalau tidak ada duitnya malas bekerja.
semoga kita dimudahkan untu bisa bermanfaat…