Acuh, cuek, perlukah?

Acuh, cuek, perlukah?, ini yang menjadi pertanyaan sekarang ini. Sikap acuh atau mental cuek sudah merebak dimasa ini. apalagi oleh para remaja saat ini. Maraknya kemajuan telekomunikasi yang seakan menjadi teman setianya sampai sampai mengabaikan apa yang terjadi disekitarnya. Apakah mental cuek ini benar benar salah?
Mental cuek, tidak mempedulikan kepada lingkungannya, tahan terhadap masukan yang diterimanya merupakan sebuah sikap seseorang yang tidak mudah untuk dipengaruhi. Tidak mudah untuk di intimidasi dan tidak mudah untuk mengikuti paham paham yang dapat menjerumuskan kepada kesengsaraan, sehingga sikap ini perlu dimiliki oleh manusia. Ini wujud eksistensi diri yang tidak mudah mengikuti paham paham yang tidak benar, sehingga cuek seperti ini sangat dibutuhkan.
Cuek untuk tidak mengikuti hal hal yang negatif, tentunya tidak dengan mudah dapat melekat kepada sikap manusia tanpa adanya “Science” atau Ilmu yang dimiliki oleh manusia tersebut. Ilmu itulah yang dapat mengarahkan sikap cuek ini menjadi sikap positif. melalui proses kehidupan ilmu akan bertambah, seiring dengan bertambahnya umur manusia. namun Ilmu juga butuh pengayaan dan butuh kekuatan untuk mempertahankan sikap ini. Sering kali ilmu dapat dikalahkan sengan hawa nafsu sehingga sikap cuek ini berubah wujud.
bagaimana kalau sikap cuek ini tidak benar benar cuek, namun hanua pura pura cuek. nah inilah yang sering membuat capek diri kita. Sering membuat pusing dan dapat menambah permasalahan diri. kita sering melihat adanya orang yang panas dingin ketika tetangganya diberi kenikmatan lebih, kita sering melihat teman kita menggerutu ketika temannya dapat beli mobil bagus, sering kita terganggu ketika teman teman kita bisa beli rumah, bia beli mobil bisa beli barang barang yang mewah, sementara kita belum dikaruniai hal itu. Padahal kalau ditanya kita kan cuek pada teman kita itu, tetapi kita fokus pada teman kita itu. Matanya seakan cuek, ndak melihat teman kita, namun Fokus dengan apa yang dilakukan teman kita. Telinganya seakan ndak mendengar kabar teman kita namun sering kali telinga kita menyelidik tentang apa yang dilakukan teman kita, dan kalau hati kita sudah merasa ndak nyaman maka cuek ini merupakan cuek pura pura alias pura pura cuek.
Ternyata pura pura cuek mengesalkan, ternyata pura pura cuek menyakitkan dan bisa membuat hidup kita tidak tenang. oleh karena itu cuek dibutuhkan agar kita tidak fokus dengan sesuatu yang membuat diri ini tidak nyaman. Cuek dengan apa yang kita lakukan, pekerjaan yang bermanfaat untuk teman, untuk sudara, untuk sekitar.
kalau kita fokus pada bagaimana kita bisa bermanfaat untuk saudara, bisa bermanfaat untuk sesama, bisa bermanfaat untuk lingkungan, walaupun ada teman yang tidak mendukung, asal kita bisa bermanfaat maka perlu kita untuk cuek dan terus berkarya yang lebuh baik. Semoga kita dikuatkan untuk dapat memberi manfaat dan cuek atas segala omongan……cemungut eah !!!
Perlu ndak sih sikap cuek itu….???